EVALUASI HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR

tes akhir pembelajaran

tes akhir pembelajaran

Melaksanakan pembelajaran perlu persipan dari guru dalam mengupayakannya sehingga hasil belajar dapat tercapai secara optimal. Hal penting yang perlu dipersiapakan oleh guru yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran. Keberasilan belajar siswa dapat diketahui dengan mengunkan tes, dan melalui alat tersebut dapat dilakukan untuk semua mata pelajaran di sekolah dasar. Alat ukur (tes) yang digunakan  harus memperhatikan tingkat kelas yang ada di sekolah dasar terkatagori atas kelas tinggi (kelas IV-VI) dan kelas rendah (I-III). Oleh karena itu, alat (tes) yang digunakan untuk melakukan evaluasi belajar harus sesui dengan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar. Hal tersebut diktakan oleh Jean Piaget (dalam trianto,2009) bahwa tingkat perkembangan pada usia sekolah dasar ( 7-11 tahun) terdapat pada tahap operasional konkret, dimana pada tingkat ini para siswa lebih banyak belajar melalui contoh-contoh nyata. Hal tersebut perlu dipertimbangkan bagi pembuat soal ( guru ) untuk merancang alat evaluasi ( tes0 dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa. Read more…

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mecantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi pembelajaran, Metode pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber belajar, dan penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. Read more…

PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

LANDASAN PENGEMBANGAN RPP

  1. PP No.19/2005 tentang SNP pasal 20 :  Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
  2. Permendiknas No.41/2007 tentang Standar Proses:
  • Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
  • RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
  • Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun  RPP secara lengkap dan sistematis Read more…

Belajar Aktif

Siswa SD Praktik IPA

Siswa SD Praktik IPA

Untuk menangulangi masalah pendidikan yang ada, salah satu cara yang dapat  diterapkan adalah pendekatan belajar aktif. Melalui pendekatan ini diharapkan peserta didik memiliki bekal kemampuan kreatif dan inovatif serta berbudaya yang pada pada akhirnya  menggambarkan karakter bangsa. Melalui upaya ini, kita berusaha menciptakan citra baru tentang satuan pendidikan berprestasi sebagai sekolah yang mampu membuat para peserta didiknya kreatif dan inovatif, berbudaya serta mampu menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan yang kesemuanya itu merupakan pengembangan karakter bangsa yang diinginkan bersama.

Penerapan pendekatan belajar aktif yang ditunjang pelaksanaan manajemen berbasis sekolah memiliki dasar hukum yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perundang-undangan ini selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan berikut ini.

  1. Proses belajar-mengajar pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Pasal 19, Ayat 1).Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. (Pasal 49, butir 1).
  2. Pendekan Belajar Aktif pada daarnya dipengaruhi teori belajar aliran konstruktivisme. Pada teori belajar ini memantapkan teori-teori belajar sebelumnya dan memberikan pencerahan bagi peralihan dari konsep belajar yang berpusat pada guru (teacher-centred learning) ke arah konsep belajar yang berpusat pada peserta didik (student-centred learning). Orientasi yang berpusat kepada peserta didik pada akhirnya diwujudkan dalam pendekatan belajar aktif (active learning approach). Ini adalah paradigma yang mempengaruhi beragam inovasi pendidikan yang dilakukan di berbagai penjuru dunia sejak awal tahun 1970 hingga sekarang. Read more…

Asal-usul Nama Indonesia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air Indonesia disebut dengan beraneka ragam nama.

Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan Indonesia dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan).

Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Read more…

penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Keberhasilan pencapaian kompetensi suatu mata pelajaran bergantung kepada beberapa aspek. Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kebehasilan pencapaian kompetensi, yaitu cara guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kecenderungan yang terjadi pada proses pembelajaran di Indonesia adalah kegiatan belajar masih berpusat pada guru, yaitu guru lebih banyak bercerita atau berceramah. Siswa tidak banyak aktif terlibat dalam proses pembelajaran, guru tidak/jarang menggunakan media pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi pasif dan kurang bermanfaat. Oleh karena itu paradigma lama di mana orientasi belajar lebih berpusat pada guru harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan orientasi belajar lebih berpusat pada siswa dengan cara guru menjadi fasilitator dengan menyediakan media – media salah satunya dengan media audio visual.
Dengan menjadi fasilitator guru akan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, yaitu merupakan proses pembelajaran di mana seorang guru harus dapat menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan juga mengemukakan gagasannya. Keaktifan siswa ini sangat penting untuk membentuk generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan juga orang lain. Dan juga guru harus dapat membuat proses pembelajaran yang menyenangkan, yaitu berkaitan erat dengan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat memusatkan perhatianya secara penuh pada belajarnya. Hal ini membutuhkan kreativitas guru untuk dapat menghidupkan suasana belajar mengajar sehingga menjadi tidak membosankan bagi para siswanya. Yaitu salah satunya dengan menggunakan media audio visual.
Untuk memperjelas penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains, maka penulis akan membahasnya lebih mendalam pada bab berikutnya. Read more…

Kalender Pendidikan Provinsi bali

http://kolomkita.detik.com

KALENDER PENDIDIKAN PROVINSI BALI

untuk mendowload klik link dibawah ini

  1. Tahun Pelajaran 2011/2012
  2. Tahun pelajaran 2010/2011
  3. Tahun Pelajaran 2009/2010

Semoga bermanfaat  :)

Kepemimpinan Otoriter

Definisi Kepemimpinan

Salah satu syarat keberhasilan organisasi seperti sekolah adalah kemampuan kepemimpinan kepala sekolah. Apakah kepemimpinan itu? Kepemimpinan merupakan suatu fenomena universal. Seseorang dikatakan menjalankan tugas-tugas kepemimpinan, jika dalam tugas itu dia berinteraksi dengan dan mempengaruhi orang lain. Bahkan dalam kapasitas pribadi pun, di dalam tubuh manusia itu ada kemampuan atau potensi pengendali yang pada intinya memfasilitasi seseorang untuk dapat memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah fenomena yang kompleks sehingga sukar untuk dibuat rumusan yang menyeluruh tentang arti kepemimpinan. Oleh karenanya, tidak ada satu definisi kepemimpinan pun dapat dirumuskan secara sangat lengkap dan mengabstraksikan perilaku sosial atau perilaku interaktif manusia di dalam organisasi yang memiliki regulasi dan struktur tertentu, serta misi yang kompleks. Read more…

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

1.  Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan membuka dan menutup pelajaran ialah guru usaha guru untuk mengkondisikan mental peserta didik agar siap dalam menerima pelajaran. Dalam membuka pelajaran peserta didik harus mengetahui tujuan yang dicapai dan langkah-langkah yang akan ditempuh keterampilan menutup pelajaran adalah kemampuan guru dalam mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Dalam menutup pelajaran guru dapat menyimpulkan materi pelajaran mengetahui tingkat pencapaian peserta didik, dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Read more…

Letak Negara-Negara Kawasan Asia Tenggara

Kali ini saya share aplikasi untuk memudakan  belajar/mengetahui letak  negara-negara yang ada di kawasan Asia Tenggara. Semoga menyenangkan dan bermanfaat . KLIK DI SINI untuk mendownload aplikasinya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.