TEKNIK DASAR PEMBUATAN DAN PENYAJIAN PERANGKAT LUNAK OVERHEAD TRANSPARENCY (OHT)

Hal-hal Penting  dalam Memproduksi Transparansi

Bila kita ingin mulai memproduksi suatu transparansi maka banyak hal yang harus dipertimbangkan agar kita betul-betul siap melakukannya. Beberapa hal penting yang patut diperhatikan adalah:

1.   Tujuan

Hakikat tujuan yang ingin dicapai harus dijelaskan dengan akurat/gamblang. Tujuan yang akan dijelaskan tersebut harus mengacu kepada tujuan yang baik yaitu mengandung unsur ABCD (action, behaviour, condition, degree atau standard).

2.   Siswa

Hal penting yang mutlak diperhatikan terkait dengan siswa adalah ciri-ciri/karakteristik, pengetahuan dan keterampilan awal yang mereka miliki dalam hubungannya dengan pengajaran.

3.   Biaya

Dalam memproduksi transparansi harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Jika mendapat bantuan dana dari organisasi, maka harus dapat dipertanggungjawabkan.

4.   Tenaga teknis

Jika kita mengalami kesulitan dalam pembuatan transparansi seperti dalam merancang grafis, gambar dan lain-lain, kita minta bantuan tenaga teknis. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan kita miliki seperti ketersediaan dana, tingkat kesulitan, dan banyaknya disain yang diproduksi.

5.   Peralatan

Kebutuhan peralatan tergantung kepada hasil transparansi yang diperoleh. Agar bisa mendapatkan transparansi yang terbaik maka kita dapat mengupayakannya dengan cara:

*  Memanggil seorang ahli grafis dan seperangkat komputer.

*  Berdiskusi dengan ahli materi dalam transparansi.

*  Melibatkan beberapa siswa yang memiliki latar belakang dan tingkat pendidikan yang hampir sama dengan siswa yang akan diajar.

*  Menyediakan peralatan yang dibutuhkan dengan cara meminjam/ menyewa.

Adapun peralatan yang diperlukan dalam membuat rancangan tersebut adalah:

a.   Penggaris T-square

Alat ini diperlukan untuk membuat garis-garis sejajar yang rapi dan lurus.

b.   Penggaris panjang dan penggaris lurus

Peralatan ini dipergunakan untuk membuat garis vertikal, horizontal, dan diagonal. Panjang penggaris disesuaikan dengan disain transparansinya.

c.   Pelengkung garis

Kompas atau jangka adalah alat pembuat garis lengkung dan lingkaran yang dilengkapi dengan ballpoint, spidol dan sebagainya.

Alat yang lebih sederhana dan praktis dalam menggambar garis-garis tersebut adalah template, yang terbuat dari bahan plastik transparansi. Dengan template, kita bisa menjiplak langsung ke atas permukaan transparansi.

d.   Pensil

Pensil digunakan untuk membuat coretan-coretan atau rancangan yang akan diproduksi dengan thermal copier. Kebutuhan jenis pensil disesuaikan dengan rancangan yang diinginkan, seperti: pensil lembut, keras, sedang, tumpul, tajam, hitam, dan lain-lain.

e.   Karet penghapus

Karet penghapus dipergunakan untuk membersihkan goresan-goresan pensil, tinta dan debu-debu. Jenis pengapus beraneka ragam, baik bentuk, warna, tekstur, dan besarnya. Jenis karet penghapus yang lembut dapat membersihkan goresan pensil dengan baik dan bersih.

f.    Cairan penghapus

Salah satu merek cairan penghapus adalah tipp-ex. Hasil disain yang diberi cairan penghapus, sebaiknya difotokopi terlebih dahulu dan hasilnya itu dibuat sebagai master yang akan diproses ke thermal copier.

g.   Spidol

Pena sebagai alat tulis dan menggambar merupakan faktor penting dalam memproduksi transparansi secara langsung. Ada dua macam flet pens: permanen dan bukan permanen. Tipe pen permanen adalah jenis terbaik untuk membuat transparansi karena tidak mengembang apabila sudah mengering.

6.   Fasilitas

Ada beberapa fasilitas pendukung yang diperlukan untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan. Adapun fasilitas tersebut adalah:

a.   Tenaga listrik

Sumber listrik dapat membantu memperlancar proses produksi terutama dalam penggunaan thermal copier, komputer, meja kaca berlampu dan bekerja diruangan.

b.   Kertas dan karton

Kertas merupakan bahan yang berguna untuk menuangkan ide, bermanfaat dalam teknik gunting tempel dan relevasi karena teknik ini memerlukan bahan tidak tembus pandang dan cahaya.

c.   Thermal copier

Pastikan mesin tidak rusak, tingkat panas, dan tingkat voltagenya.

d.   Komputer

Komputer dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan memproduksi transportansi.

e.   Waktu yang tersedia

Ketersediaan waktu sangat penting dalam memproduksi transparansi, sehingga hasilnya bisa maksimal. Kita bisa mencari alternatif bila waktu yang kita miliki terbatas.

Macam-macam Teknik Produksi OHT

Overhead transparency dapat diproduksi dengan berbagai metode dan teknik. Ada dua macam teknik umum untuk menghasilkan suatu transparansi, yaitu Teknik Pembuatan Secara Langsung dan Teknik Pembuatan Secara Tidak Langsung. Namun ada satu aturan yang berlaku untuk semua teknik yaitu harus yakin bahwa bahan visual dapat dilihat dan dibaca dengan baik apabila transparansi tersebut diproyeksikan.

1.   Teknik Pembuatan Secara Langsung dan Tidak Langsung

a.   Teknik pembuatan secara langsung

Cara langsung adalah menuliskan atau menggambar seketika pada saat mengajar di depan kelas. Cara ini dapat digunakan dengan write on film, jenis ini khusus menghasilkan transparansi tanpa bantuan mesin atau plastik berbentuk gulungan transparansi dalam bentuk “roll film” tersebut fungsinya hampir sama dengan papan tulis atau white board, yaitu menuliskan materi yang disajikan saat itu juga di atas transparansi. Semua plastik bening atau asetat dapat dipakai untuk memproduksi transparansi buatan tangan langsung. Namun biasanya cara langsung seperti ini menimbulkan rasa bosan bagi siswa sebab pengajar berbicara secara monoton sambil menulis.

b.   Teknik pembuatan secara tidak langsung

Teknik termudah dan sederhana adalah dengan write on yaitu dengan menuliskan atau menggambarkan di atas lembar plastik transparansi bening atau plastik biasa untuk penutup meja. Untuk menulis transparansi dapat menggunakan spidol warna yang bersifat permanen. Transparansi ini beriukuran 265 x 210 mm.

Dengan menggunakan transparansi berarti dapat mempersiapkan materi yang lebih baik dan sistematis sebelum disajikan kepada siswa. Karena siswa dapat menghemat waktu karena selama mengajar guru tidak terus menerus menulis. Hal ini dapat membantu guru yang tidak dapat menulis atau menggambar dengan baik.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik tidak langsung yaitu:

a.   Thermal transparancies (thermofax)

Mesin thermal foto copy adalah alat yang dapat memproduksi transparansi dengan cara yang sangat cepat dengan hasil yang sangat baik.

Untuk membuat transparansi dengan menggunakan mesin ini terlebih dahulu harus menyediakan bahan orisinal yang telah dirancang pada kertas HVS. Sumber orizinal bisa berasal dari, buku, brosur, majalah atau sumber-sumber lainnya. Sumber tersebut kemudian difoto copy dan bila sudah siap nyalakan mesin thermofat tunggu sebentar. Sambil menunggu siapkan plastik transparansi kemudian letakkan gambar asli yang telah dirancang di atas kertas HVS tersebut. Untuk mengatur tebal tipisnya gambar gunakan jarum penunjuk ketebalan. Masukkan hasil foto copy kertas orisinal dan lembaran film transparansi dengan arah yang benar ke dalam mesin. Tunggu sebentar dan akan terlihat hasilnya informasi yang terdapat dalam foto copy orisinal yang anda miliki telah tercetak pada lembaran transparansi.

Penambahan warna

Hasil transparansi yang diproses dengan thermal copier dapat ditambah warna dengan cara:

1)   Menggunakan felt-tipped pen berwarna. Teknik penggunaannya dapat dengan tangan langsung yang telah dipelajari lebih dulu.

2)   Menggunakan film adhesif warna, yaitu lembaran tunggal film transparan tipis dan berwarna dimana salah satu permukaannya mengandung perekat yang dapat dipergunakan untuk memberi warna pada transparansi film yang sudah siap dipakai.

b.   Foto copier transparency film

Transparansi menjadi semakin lebih populer sejak transparansi dapat diproses melalui foto copy dengan kecepatan yang sama seperti thermofaxmachine. Mesin foto copy ada dua jenis yaitu hitam-putih dan bewarna. Membuat transparansi dengan mesin ini, terlebih dahulu harus menyiapkan rancangan pesan atau art work. Rancangan tersebut disiapkan terlebih dahulu sebelum diproyeksikan.

c.   Computer-printed transparancies (Computer-generated)

Computer-printed transparancies adalah teknik pembuatan transparansi dengan menggunakan komputer dan printer. Dimana transparansi di disain di komputer selanjutnya di cetak menggunakan printer.

Kelebihan komputer dalam penyelesaian rancangan transparansi adalah:

1)   Mempercepat waktu produksi

Dengan menyediakan perangkat lunak (software) khusus untuk mendesain grafis maka dalam beberapa menit saja sudah dapat menghasilkan tata letak rancangan visual sederhana yang paling tidak sama mutunya dengan apabila mengerjakannya secara manusia.

2)   Mudah memperbaiki desain

Dengan menggunakan komputer dalam memperbaiki desain sangat mudah. Dengan cara menghapus “delete” desain yang salah kemudian menggantikan dengan desain yang benar. Jika dibandingkan dengan tinta atau spidol kita harus menggosok disain yang salah kemudian memperbaiki lagi, pasti akan membutuhkan waktu yang lama.

3)   Menghemat waktu desain

Komputer mampu menyajikan pilihan-pilihan tata letak, elemen-elemen yang diperlukan, tekstur, ketebalan garis, jenis huruf dan masih banyak lagi. Dengan demikian desainer dapat dengan mudah, cepat, dan tepat menentukan elemen yang paling sesuai untuk rancangannya.

4)   Menghemat tempat penyimpanan

Dengan menggunakan komputer kita dapat menyimpan rancangan transparansi dalam jumlah yang banyak. Rancangan transparansi ini disimpan secara elektronik di dalam komputer atau media penyimpan yang lainnya seperti CD, disket, memory card dan media simpan yang lainnya.

2.   Cara Cepat Menghasilkan Transparansi

a.   Dengan cara menjiplak

Salah satu cara yang sering kali dipakai dalam menggunakan cara tidak langsung adalah dengan menjiplak. Cara menjiplak dapat dikatakan tidak memerlukan suatu alat bantu mesin, sedikit biaya, dan tanpa harus tergantung kepada seseorang ahli grafis dan hasilnya yang cukup baik.

Menjiplak gambar secara langsung ke transparansi merupakan cara yang mudah untuk menghasilkan sebuah transparansi. Sumber-sumber atau bahan-bahan yang dapat dijiplak sangat berlimpah disekitar kita. Hanya saja kita harus dapat menentukan bahan-bahan apa saja yang cocok dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Sumber-sumber tersebut antara lain:

1.   Buku komik.

2.   Iklan-iklan disurat kabar atau majalah.

3.   Poster.

4.   Ilustrasi dari buku-buku teks.

5.   Majalah anak-anak.

6.   Atlas.

7.   Brosur-brosur.

8.   Buku-buku ilustrasi yang memang sengaja untuk dijiplak.

Langkah-langkah menjiplak:

1.   Tentukan gambar yang ingin dijiplak.

2.   Letakkan gambar yang ingin dijiplak di bawah.

3.   Gunakan penjepit untuk menyatukan gambar dengan transparan.

4.   Mulai menjiplak dengan mengikuti garis-garis pada gambar.

5.   Menambahkan warna pada jiplakan jika diinginkan.

6.   Tempelkan transparansi dibingkai jika perlu.

Untuk menghasilkan pewarnaan yang bagus pada transparansi kita dapat menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:

1.   Memberi guru warna sepanjang garis gambar yang berwarna.

2.   Memberi titik-titik.

3.   Menggunakan pena berwarna kuning untuk menambahkan tekanan terhadap sebuah caption dengan cara memberi bayangan di sekeliling caption tersebut.

b.   Langsung ditulis tangan

Untuk mempersingkat waktu dalam memproduksi transparansi kita bisa langsung menuliskan materi dan membuat grafis dengan pen secara langsung ke transparansi. Ada beberapa petunjuk untuk menghasilkan huruf yang lebih baik yaitu:

-   Meletakkan kertas bergaris di bawah transparansi yang akan ditulis.

-   Mengurangi penggunaan huruf profesional.

-   Dalam pembuatan huruf dengan menggunakan pen atau spidol dengan cara menarik pen atau spidol dari atas ke bawah.

-   Dalam penulisan huruf-huruf jangan menggunakan penggaris.

Cara di atas tidak lepas dari ketentuan bahwa kalimat yang ditulis harus bisa dibaca dari tempat duduk siswa yang paling belakang, yaitu tulisan ditransparansi satu barisnya tidak lebih dari 20 huruf, tersusun ke bawah tidak lebih dari 7 atau 8 baris.

3.   Memperbaiki Penampilan dalam Menggunakan OHP

Ada dua prosedur yang dapat diikuti dalam menggunakan OHP yaitu:

1.   Mengembangkan unit-unit presentasi.

2.   Memilih bahan presentasi yang menarik minat siswa.

Bahan-bahan yang diproyeksikan hendaknya memenuhi kriteria sebagai berikut:

-   Adanya tujuan umum dan tujuan khusus dari presentasi.

-   Memberikan pengalaman nyata.

-   Membangkitkan motivasi dan minat dengan variasi pembelajaran.

-   Mengembangkan keteraturan berpikir.

-   Memperjelas arti dari kata-kata baru.

-   Singkat, padat, jelas, dan antraktif.

4.   Preview

Bila menemukan transparansi yang cocok dengan tujuan kita perlu diperiksakan kembali kualitas perangkat lunak tersebut dengan menggunakan OHP secara langsung. Sehingga kita bisa mengetahui apakah tulisan dan grafis masih bisa dibaca dengan baik.

Latihan Penyajian

Seseorang yang biasanya mengalami “demam panggung” sering tidak mampu mengontrol dirinya dalam presentasi melihat hal itu, ada beberapa cara untuk menghindari hal tersebut antara lain:

a.  Berlatih sendiri di depan cermin besar.

b.   Berlatih di depan teman-teman yang bersedia membantu.

c.   Melatih intonasi suara dengan merekam suara sendiri.

d.   Menggunakan kamera video sebagai pengontrol latihan dan waktu.

Persiapan dan Penyajian Materi

1.   Mempersiapkan ruangan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendukung kesuksesan presentasi kita sehubungan dengan mempersiapkan ruangan antara lain dengan mempersiapkan:

-   Tempat duduk yang nyaman.

-   Pengatur udara.

-   Penerangan.

-   Listrik (sumber tenaga listrik).

-   Letak pintu dan jendela.

-   Peralatan yang sesuai dan memadai.

Dalam penggunaan OHP ada 3 hal yang harus diperiksa sebelum presentasi yaitu:

1.   Memeriksa kembali tata ruang kelas sehingga mereka akan dapat melihat proyeksi dilayar dengan jelas.

2.   Periksa fokus proyektornya.

3.   Sediakan selalu bola lampu cadangan.

2.   Mempersiapkan siswa menerima materi

Siswa akan berhasil mempelajari dari suatu penyajian tergantung pada bagaimana siswa dipersiapkan untuk penyajian tersebut. Persiapan termasuk “pemanasan” dari materi yang akan diberikan (garis besar penyajian, pemberian motivasi, mengarahkan perhatian).

3.   Penyajian materi

Fungsi dari guru berdiri atau duduk di depan siswa adalah sebagai penyampai pesan/informasi yang telah dipersiapkan. Dengan kata lain guru berfungsi sebagai medium penting yang harus mengalurkan isi materi ke siswa.

Beberapa usaha penting yang perlu dilakukan agar sukses sebagai pemeran utama di depan mereka antara lain:

a.   Posisi

Cara yang terbaik adalah berhadapan muka penuh dengan para siswa atau peserta. Jika badan membelakangi siswa terlalu lama akan dapat berakibat buruk bagi penyajian yang diberikan. Biasanya posisi ini terjadi apabila guru menggunakan papan tulis sebagai alat bantu utama dalam penyajiannya.

b.   Gerakan-gerakan badan

Setiap gerakan yang guru lakukan di depan kelas/ruangan kelas akan menarik perhatian mata siswa. Hal itu bisa mengganggu konsetrasi apabila guru melakukan suatu gerakan yang tidak relevan dengan topik yang sedang dibicarakan. Usahakan supaya gerakan-gerakan badan tidak mengganggu perhatian siswa. Alangkah lebih baik jika melakukan gerakan yang berfungsi membantu penjelasan selama penyajian.

c.   Sikap santai/rileks

Selingan-selingan humor dapat mengarahkan ke suasana santai. Arah humor harus tetap pada situasi penyajian dan berjalan seperti apa adanya, artinya guru tidak memaksakan keadaan.

d.   Pengendalian perhatian

Kontak mata dengan siswa sangat membantu dalam mengontrol suasana penyajian. Keuntungan besar dalam OHP adalah bisa tetap menjaga kontak mata dengan siswa selama penyajian karena guru berada di depan ruangan yang cukup cahaya bersama-sama dengan OHP.

2 teknik yang dapat digunakan untuk mengarahkan dan mengontrol perhatian anak yaitu:

1.   Gunakan tombol on dan off. Bila proyektor dinyalakan dan sebuah transparansi diproyeksikan ke layar maka perhatian siswa cenderung ke arah layar. Sebaliknya kalau dimatikan maka perhatian siswa cenderung diarahkan kembali ke gerakan dan penyajian guru diselingi oleh perhatian siswa terhadap teman yang lain atau catatan dan buku siswa.

2.   Menyangkut penggunaan alat penunjuk untuk mengarahkan perhatian siswa selama guru menyalakan proyektor.

Contoh: jika guru memproyeksikan sebuah transparansi yang berisi selembar formulir pendaftaran dan harus menjelaskan bagaimana cara pengisiannya serta informasi apa saja dalam melengkapinya maka guru bisa menggunakan alat petunjuk pensil atau ballpoint.

Jangan sering membalikkan badan dan membelakangi mereka sambil membaca pesan melalui layar. Ini akan menyebabkan perhatian mereka terganggu dan menurun.

Sumber : Dari berbagai sumber

About these ads

Tinggalkan Balasan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s