penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Keberhasilan pencapaian kompetensi suatu mata pelajaran bergantung kepada beberapa aspek. Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi kebehasilan pencapaian kompetensi, yaitu cara guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kecenderungan yang terjadi pada proses pembelajaran di Indonesia adalah kegiatan belajar masih berpusat pada guru, yaitu guru lebih banyak bercerita atau berceramah. Siswa tidak banyak aktif terlibat dalam proses pembelajaran, guru tidak/jarang menggunakan media pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi pasif dan kurang bermanfaat. Oleh karena itu paradigma lama di mana orientasi belajar lebih berpusat pada guru harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan orientasi belajar lebih berpusat pada siswa dengan cara guru menjadi fasilitator dengan menyediakan media – media salah satunya dengan media audio visual.
Dengan menjadi fasilitator guru akan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, yaitu merupakan proses pembelajaran di mana seorang guru harus dapat menciptakan suasana yang sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan juga mengemukakan gagasannya. Keaktifan siswa ini sangat penting untuk membentuk generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan juga orang lain. Dan juga guru harus dapat membuat proses pembelajaran yang menyenangkan, yaitu berkaitan erat dengan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa dapat memusatkan perhatianya secara penuh pada belajarnya. Hal ini membutuhkan kreativitas guru untuk dapat menghidupkan suasana belajar mengajar sehingga menjadi tidak membosankan bagi para siswanya. Yaitu salah satunya dengan menggunakan media audio visual.
Untuk memperjelas penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains, maka penulis akan membahasnya lebih mendalam pada bab berikutnya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara dan penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Mengetahui cara penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains.

BAB II
PEMBAHASAN

Sebelum kita dapat menggunakan/menerapkan media pembelajaran, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang di magsud dengan media,bagaimana ciri – ciri media, apa saja jenis media itu dan bagaimana memilih media pembelajaran yang baik, serta apa saja kelemahan dan kelebihan media yang akan kita gunakan.

2.1 Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa Latin “Medius” yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Jadi dapat dirumuskan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.

2.2 Ciri-Ciri Media Pembelajaran

Ciri-ciri khusus media pembelajaran berbeda menurut tujuan dan pengelompokanya. Ciri-ciri media dapat di lihat menurut kemampuanya membangkitkan rangsangan pada indera penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan. Maka ciri-ciri umum media pembelajaran adalah bahwa media itu dapat diraba, dilihat, didengar, dan diamati melalui panca indera. Di samping itu ciri-ciri media juga dapat dilihat menurut harganya, lingkup sasaranya, dan kontrol oleh pemakai.

2.3 Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Menurut Heinich, Molenda, Russel (1996:8) jenis media yang lazim dipergunakan dalam pembelajaran antara lain : media nonproyeksi, media proyeksi, media audio, media gerak, media komputer, komputer multimedia, hipermedia, dan media jarak jauh.
Jenis media dalam pembelajaran adalah :
a) Media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan, diagram, kartun, poster, dan komik.
b) Media tiga dimensi yaitu media dalam bentuk model padat, model penampang, model susun, model kerja, dan diorama.
c) Media proyeksi seperti slide, film stips, film (audio visual), dan OHP
d) Lingkungan sebagai media pembelajaran

2.4 Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, atau proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pendidikan. Ramiszowski mengungkapkan “media” as the carriers on messages, from some transmitting source which may be a human being or inanimate object), to the receiver of the message (which in our case is the learner). Penggunaan media dalam pembeljaran atau disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Menurut wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni :
a) Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
b) Ketepatgunaan
Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.
c) Keadaan siswa
Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Msialnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
d) Ketersediaan
Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
e) Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.
Menurut Canei, R. Springfield, dan Clark., C. (1998 : 62) dasar pemilihan alat bantu visual adalah memilih alat bantu yang sesuai dengan kematangan, minat dan kemampuan kelompok, memilih alat bantu secara tepat untuk kegiatan pembelajaran, mempertahankan keseimbangan dalam jenis alat bantu yang dipilih, menghindari alat bantu yang berelebihan, serta mempertanyakan apakah alat bantu tersebut diperlukan dan dapat mempercepat pembelajaran atau tidak.

2.5 Kelemahan dan kelebihan media audio visual
1. Kelemahan
I. Sering dianggap sebagai hiburan TV
II. Kegiatan melihat video adalah kegiatan pasif
III. Menggunakan video berarti memerlukan dua unit alat, yaitu VCD/DVD dan monitor TV
IV. Dibandingkan dengan media lainnya, harganya relatif lebih mahal
V. Siswa tidak bisa melihat secara cepat bagian-bagian yang sudah tayangan yang sudah terlewatkan
VI. Tidak mudah dibawa keman – mana, beberapa media pembelajaran audio visual yang memiliki ukuran besar, cukup menyulitkan untuk dibawa kesana-kemari. Begitu pula untuk menyajikan media pembelajaran audio visual yang diproyeksikan, tentu membutuhkan banyak benda-benda penunjang yang cukup merepotkan utnuk selalu dibawa-bawa
VII. Membutuhkan listrik, Untuk media pembelajaran audio visual yang diputar atau diproyeksikan, harus membutuhkan listrik. Hal ini cukup merepotkan apabila terjadi gangguan di sumber listrik, dan cukup membahayakan apabila tidak digunakan dengan hati-hati.
VIII. Apabila dipakai oleh murid-murid, kemungkinan cepat rusak, Salah satu keuntungan dari media pembelajaran visual adalah dapat digunakan juga oleh peserta didik. Namun, dari keuntungan ini, muncul kerugian juga, karena apabila digunakan dengan banyak orang, media yang digunakan dapat menjadi cepat rusak.
2. Kelebihan
I. Menarik, Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran yang diserap melalui media penglihatan (media visual), sekaligus dengan pendengaran ( media audio ) , dapat mempercepat daya serap peserta didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan. Salah satu keuntungan penggunaan media pembelajaran audio visual adalah, tampilannya dapat dibuat semenarik mungkin, agar anak tertarik untuk mempelajarinya. Misalnya dengan animasi – animasi kartun tentang perkembangiakan makluk hidup yang di kemas dalam cerita yang menarik.
II. Baik untuk semua siswa karena dapat mendengar dan melihat
III. Bisa menampilkan gambar, grafik, diagram, ataupun cerita
IV. Variatif, Karena jenisnya yang beragam, guru dapat menggunakan beragam film yang ada kartun, tiga dimensi, empat dimensi,            documenter dan yang lainnya. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif, dan tidak membosankan bagi para siswa.
V. Bisa diperlambat dan diulang
VI. Dapat dipergunakan tidak hanya untuk satu orang
VII. Dapat dipergunakan untuk memberikan umpan balik

2.6 Langkah – langkah dalam penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran Sains

A. Perencanaan secara umum

1. Perencanaan dan kreativitas
Ada dua hal yang berhubungan dan juga tampak berlawanan dalam pengembangan media. Yaitu:
Pertama menghendaki prosedur perencanaan yang terstruktur yang membutuhkan pengorganisasian, memperhatikan urutan yang logis, dan integritas terhadap keutuhan pesan.
Kedua menghendaki alur ide dan ekspresi yang bebas dan tak terstruktur yang dihasilkan oleh berfikir kreatif dan mengacu pada masalah yang timbul selama pengembangan media berlangsung.
Jika kita menghendaki hasil produksi yang efektif sekaligus menarik, maka kedua pola pengembangan tersebut kita butuhkan.

2. Mulai dengan Ide
Kita dapat mulai membuat perencanna dengan ide yang muncul dalam benak kita.Suatu ide mungkin mengindikasikan minat yang kita miliki, tetapi ide yang lebih berguna adalah ide yang berhubungan dengan kebutuhan suatu kelompok siswa, misalnya suatu kelompok lebih membutuhkan keterampilan dari hanya sekedar pengetehuan dan perubahan sikap.

3. Memotivasi, Memberi Informasi atau Mengajarkan Sesuatu
Kita perlu menentukan apakah media yang kita buat bertujuan memotivasi, member informasi atau mengajarkan sesuatu. Berikut adalah hal-hal yang perlu di perhatikan untuk mengembangkan media dengan penekanan pada masing-masing aspek:
• Untuk memotivasi. Teknik dramatis dan menghibur dapat digunakan. Hasil yang diinginkan adalah untuk mendorong minat dan menstimuli siswa untuk melakukan sesuatu. Hal ini melibatkan pencariaan tujuan untuk mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi.
• Untuk memberikan informasi. Media pembelajaran lebih banyak digunakan untuk presentasi sebelum pelajaran dimulai. Isi dan bentuk presentasi bersifat umum, merupakn pendahuluan, overview, laporan atau latar belakang suatu pengetahuan. Boleh juga menggunakan teknik dramatisasi, menghibur dan memotivasi untuk menarik perhatian.
• Untuk mengajarkan sesuatu. Selain mempresentasikan informasi keaktifan peserta perlu dipikirkan sehubungan dengan media yang sedang dipresentasika. Materi pembelajaran harus didisain lebih sistematis, psikologis dan memperhatikan prinsip-prinsip belajar dalam rangka mengefektifkan pembelajaran. Akan tetapi perlu diupayakan agar media tersebut tetap menyenangkan dan memberikan pengalaman yang mengasyikkan.

4. Mengembangkan Tujuan
Untuk merencanakan media pembelajaran yang efektif dan pengalaman belajar lainnya, haruslah diketahui secara khusus apa yang akan dipelajari. Kegunaan dari memformulasikan tujuan adalah menyediakan petunjuk yang jelas apa yang harus dimuat dank ke mana arah dari suatu presentasi.
Ada tiga kelompok tujuan pembelajaran, yaitu:
a. Kognitif- berhubungan dengan pengetahuan dan informasi.
b. Afektif – berhubungan dengan sikap, apresiasi dan nilai.
c. Psikomotor – berhubungan dengan keterampilan.
Selain mengarahkan belajar dan materi pelajaran yang harus diberikan, perumusan tujuan berguna pula sebagai acuan membuat tes agar apa yang telah dirumusakan dapat diukur dengan tepat.

5. Mempertimbamgkan Audience
Karakteristik siswa atau audience, yaitu mereka yang akan melihat, menggunakan dan belajar dari media yang kita buat, tidak dapat dipisahkan dari perumusan tujuan yang kiya buat. Karakteristik audience seperti usia, tingkat pendidikan, pengetahuan terhadap subyek, keterampilan, sikap, konteks budaya, perbedaan individual, kesemuanya perlu diperhatiakan dalam membuat tujuan dan topik bahasan. Perimbangan tentang audience ini merupakan hal yang dominan manakala kita mempertimbangkan kompleksitas ide, topik, kosakata, contoh-contoh dan tingkat partisipasi siawa yang di harapkan. Karena daya tangkap siswa berbeda – beda ada yang audiktif (cenderung lebih senang mendengarkan suara) dan ada yang lebih cepat dengan melihat gambar/tampilan sesuatu.
6. Membuat dan memilih video/film/slide dalam sebuah team
Mengerjaka suatu media pembelajaran bersama-sama adalah ide yang sengat baik. Kita dapat berbagai ide, kreativitas, dan keahlian lainnya sehingga media yang kita buat akan lebih efektif, kreatif, dan menarik. Misalnya, dalam pembuatan media audio audio visual, satu kelompok pembuat media dapat terdiri dari ahli disain gambar, ahli efek suara, ahli materi dan ahli penggabungan film.

B. Perencanaan Teknis

Sebelum dapat megguanakan media audio visual dengan baik dan tepat guna, tentu banyak persiapan yang harus dilakukan diantaranya:
1) Mempersiapkan ruangan yang tertutup sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu mengganggu pemutaran media.
2) Mempersiapkan software dan hardware yang akan digunakan dalam menunjang proses pembelajaran.
3) Pastikan software (VCD/DVD) yang digunakan dalam menjelaskan materi, sesuai dan cocok untuk disimak oleh siswa.
4) Guru mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan video dan film yang ditampilkan.
5) Sebelum memulai pastikan juga posisi duduk siswa dalam menyimak/menonton Film/video haruslah nyaman, agar siswa tidak ribut dan menyimak dengan baik.

Ketika kita akan mengajak siswa menyimak dalam mata pelajaran bahasa Indonesia setelah memenuhi 5 langkah persiapan diatas, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan yaitu, memulai pembelajaran dengan menyampaikan topik yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan teknis pembelajaran hari ini. Kemudian kita memutarkan video dan mengarahkan siswa untuk menyimak.

Beberapa alasan kenapa media audio visual lebih tepat dibandingkan media lainnya untuk membimbing siswa dalam pelajaran Sains yaitu karena :
a. Anak sekolah dasar masih dalam fase operasional kongkret dimana mereka harus melihat atau mengamati secara kongkret benda yang dipelajarinya agar mereka lebih melekat dalam ingatannya.
b. Kualitas video sangat variatif, dan tampilannya pun dapat menarik perhatian siswa.
c. Kita dapat mencari video di toko – toko VCD dan DVD dan dapat memilih sesuai kebutuhan dan kondisi siswa.
d. Video/film yang di tampilkan dapat merangsang tidak hanya melalui suara saja atau gambar saja, tetapi melalui gambar dan suara sehingga siswa lebih menikmati dalam menyimak pelajaran.
e. Video juga dapat merangsang dan menumbuhkan daya imajinasi siswa.
f. Daya ingan siswa lebih lama melekat karena siswa tidak hanya mendengar tetapi mereka juga melihat peristiwanya.
g. Video dapat diperlambat, diulang, dipause, agar dalam menyimak lebih maksimal hasilnya.

Diharapkan dengan beberapa kelebihan media audio visual kita dapat meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam seluruh pembelajaran, baik mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa, kewarganegaraan, bahkan matematikapun dapat kita gunakan media audio visual dalam menjelaskan.

C. Penjelasan dan penuangan materi dalam bentuk media audio visual
Kita dapat menampilkan kehidupan di alam dengan sebuah cerita kartun dalam bentuk Video yang sudah ada dan kita dapat membuat narasinya sebagai berikut :
Narasi video:
Dalam kehidupan sehari-hari makhluk hidup melakukan kegiatan, mereka saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya baik dengan makhluk hidup maupun lingkungan sekitarnya.
Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk suatu ekosistem. Dalam suatu ekosistem terdapat faktor yang mempengaruhinya, diantaranya cahaya, suhu, air, kelembaban, tanah, mineral dan keasaman yang disebut sebagai faktor abiotik. Sedangkan yang termasuk dalam faktor biotik yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan pengurai. Komponen-komponen tersebut dalam suatu ekosistem akan mengakibatkan adanya proses aksi interaksi.
Aksi interaksi adalah hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. Akibat aksi interaksi berbentuk aliran energi, rantai makanan, jaring-jaring makanan dan daur materi. Matahari merupakan sumber energi bagi makhluk hidup. Energi mengalir melalui produsen, konsumen, dekompuser dan akhirnya dilepaskan ke lingkungan.
Dalam mempelajari aksi interaksi, terlebih dahulu kita perlu mengamati cara hubungan antara komponen biotik dengan seluruh sistem yang ada. Pertama, suatu organisme sebagai individu. Kedua, suatu organisme sebagai populasi dan ketiga organisme sebagai komunitas. Interaksi individu terlihat pada saat individu memperoleh makanannya, mempertahankan wilayah kekuasaannya dan berkembangbiak. Interaksi antara populasi menyebabkan terjadinya predasi, kompetisi, simbiosis dan netral. Sedangkan interaksi antara ekosistem melibatkan komponen Biotik dan abiotik. Adapun tingkat organisasi dalam kehidupan ulai dari individu populasi komunitas ekonsistem bioma biosfer.
Ditinjau dari cara memeproleh makannya, eksistem mempunyai dua komponen yaitu komponen autotrof dan heterotrof. Sedangkan secara fungsional komponen-komponen ekosistem meliputi rantai makanan, aliran energi, jaring-jaring makanan dan daur biogeokimia serta produktivitas.
Kemudian Dilanjutkan dengan Video – video tentang rantai makanan, aliran energi, jaring – jaring makanan, piramida ekologi, suksesi, ekosistem, tentu saja semua ini di kemas dengan menarik oleh gambar, animasi, yang bergerak beraturan sehingga siswa tidak sedang merasa belajar tetapi menonton, Tentu juga isi video juga harus mengena dalam materi adapun narasi film/video materi pelajaran Sains/IPA tersebut yaitu:

1) Rantai Makanan
Rantai makanan merupakan proses makan dan dimakan antara organisme dengan arah tertentu pada suatu ekosistem. Rantai makanan terdiri dari dua tipe. Pertama, rantai makanan perumput disebut sebagai produsen, kemudian dimakan konsumen tingkat I, kemudian konsumen tingkat II dan seterusnya. Kedua, rantai makanan detritus, awali dengan detritus dimakan oleh detrivor kemudian detrivor dimakan oleh karnivora. Setiap tingkatan akan memperoleh energi dari tingkatan sebelumnya.

2) Aliran Energi
Aliran energi yang masuk ke tubuh hewan bermula dari produsen dimakan konsumen tingkat I, kemudian dimakan konsumen tingkat II dan seterusnya. Tumbuhan sebagai produsen memiliki energi paling banyak, karena dapat melakukan proses fotosintesis langsung dengan matahari. Selanjutnya, energi pada tingkatan trofik selanjutnya akan semakin berkurang. Energi tersebut hanya 10% yang diserap oleh tubuh dan hanya 90% dilepaskan ke lingkungan dalam bentuk ganas.
Energi matahari yang mencapai bumi sebenarnya merupakan kisaran sempit dalam spektrum radiasi elektromagnetik. Jadi, energi yang masuk ke dalam tumbuhan tidak secara langsung jadi, tetapi secara perlahan-lahan.

3) Jaring-jaring Makanan
Terjadinya aliran energi di dalam ekosistem akan terjadi jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan merupakan gabungan dari beberapa rantai makanan. Semakin kompleks jaring-jaring makanan, maka semakin kompleks pula aliran energi dalam aliran rantai makanan tersebut, sehingga mempengaruhi kestabilan ekosistem. Artinya, jika salah satu spesies hilang maka jaring-jaring makanan masih dapat berjalanan. Tetapi, jika jaring-jaring makanannya lebih sederhana dan spesiesnya hilang maka ekosistemnya akan terganggu.

4) Piramida Ekologi
Piramida ekologi menggambarkan tingkatan/kedudukan spesies pada suatu ekosistem. Biasanya produsen yang menempati tingkat trofik. Pertama, memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan konsumen II, konsumen III dan seterusnya. Jika digambarkan akan berbentuk piramida yang ujungnya semakin meruncing. Kedua, piramida ekologi terbagi menjadi tiga yaitu piramida jumlah individu, piramida biomasa dan piramida energi.

6) Suksesi
Suksesi merupakan suatu proses pergantian spesies dalam suatu komunitas. Urutan perubahan komunitas teratur/terarah dari waktu ke waktu dalam daerah yang sama. Suksesi terbagi menjadi dua, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.
Suksesi primer yaitu apabila terjadi gangguan alam pada suatu habitat/daerah yang menyebabkan komunitas asal rusak atau hilang total, sehingga terus tumbuh habitat dan membentuk komunitas baru. Sedangkan suksesi sekunder yaitu apabila terjadi gangguan alam pada suatu daerah yang tidak menyebabkan komunitas asal rusak sehingga tidak tumbuh habitat/komunitas baru.

7) Tipe-tipe Ekosistem
Biosfer adalah lapisan bumi yang dihuni oleh organisme, yang terdiri dari berbagai ekosistem yang saling berinteraksi. Secara garis besar, ekosistem terbagi menjadi tipe-tipe yaitu ekosistem darat, ekosistem air dan ekosistem buatan.

BAB III
PENUTUP

Simpulan

Dari pembahasan yang telah kami paparkan maka dapat kami simpulkan bahwa media audio visual paling baik dan paling tepat diantara media – media lainnya untuk membimbing dan meningkatkan prestasi siswa untuk dapat menyimak dalam seluruh pembelajaran, khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia.

Saran

Sebagai seorang calon guru hendaknya kita mengetahui media – media yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi yang akan kita samopaikan, salah satunya adalah media audio visual. Kita juga tidak hanya mengetahuinya tapi kita juga harus bisa memanfaatkannya dengan baik dan tepat guna.

sumber : http://putusutrisna.blogspot.com/

About these ads

Tinggalkan Balasan :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s