Cara Cetak fakta Integritas Dapodik Jika Tombol Fakta Integritas Tidak ada

Untuk cetak Fakta integritas Dapodik sebenarnya cukup dengan login mengunakan acount Operator Sekolah atau dengan Kode Aktifasi yang digunakan saat instal Aplikasi Dapodik di http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/ .

Berikut ini adalah tampilan beranda Santuan Pendidikan  dengan tombol Fakta Integritas.

Halam depan Frofil Sekolah Setelah Login

Halam depan Profil Sekolah Setelah Login

Baca lebih lanjut…

MITOS YANG SALAH MENGENAI HIV

HIV AIDSBanyak anggapan yang salah di masyarakat mengenai penyebaran HIV pada manusia. Walaupun HIV menyebar melalui darah dan cairan tubuh lainnya, namun tidak semua cairan tubuh dapat membawa HIV. Baca lebih lanjut…

Sintaks Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)

Pembelajaran langsung adalah ” suatu model pengajaran yang bersifat teacher center” (Trianto, 2010:41). Menurut Arends (dalam Trianto, 2010:41), model pengajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural  yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan bertahap, selangkah demi selangkah.

Pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat penting . Sintak Model Pengajaran langsung adalah seperti berikut ini

 

Fase Peran Guru

Fase 1

Menyampaikan Tujuan dan mempersiapakan siswa

Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang pembelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapakan siswa untuk belajar

Fase 2

Medemontrasikan pengetahuan dan keterampilan

Guru, mendemontrasikan keterampialan dengan benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap

Fase 3

Membimbing pelatihan

Guru merencanakan dan memberikan bimbingan pelatihan awal

Fase 4

Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik

Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, dan memberikan umpan balik

Fase 5

Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan

Guru mempersiapakan kesempatan melakuakan pelatihan lanjutan, demhan perhatian khusus, pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari

Kardi dan Nur (dalam Trianto,2010:43)

Daftar Rujukan

Trianto.2010. Mendisain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Pustaka Publisher.

Present Box

Melayani penjualan dan menerima pesanan Lilin, patung, ukiran, bingkai cermin, relief panel dan handicraft lainnya.

Present Box

Present Box
Ukuran 12 cm x 6 cm x 5 cm
Bahan Kayu
Bentuk Berbagain macam binatang, bunga ( sesui pesanan)
Harga Rp. 70.000,- (nego)
Pemesanan Hub. 081999116001

Suvenir Lilin Mawar

Melayani penjualan dan menerima pesanan Lilin, patung, ukiran, bingkai cermin, relief panel dan handicraft lainnya.

Lilin mawar

Lilin mawar

Suvenir Lilin Mawar
Ukuran 7 cm
Bahan Lilin
Perlengkapan Label Ucapan Terima Kasih Souvenir Pernikahan
Harga Rp. 5.000,- (nego)
Pemesanan Hub. 081999116001

Panduan Penilaian DP3 Pegawai Negeri Sipil (dp3 pns) per Golongan

DP3 adalah penilaian yang diberikan atasan bertujuan untuk memperoleh

bahan-bahan pertimbangan yang obyektif dalam pembinaan PNS, dan

dilaksanakan dalam kurun waktu sekali setahun oleh pejabat penilai, yang

dituangkan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3).

Peraturan DP3 mempunyai landasan hukum yaitu :

1. Undang-undang No. 43 Tahun 1999 tentang perubahan Undang-undang No.8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian;
2. PP No. 10 tahun 1979; Baca lebih lanjut…

EVALUASI HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR

tes akhir pembelajaran

tes akhir pembelajaran

Melaksanakan pembelajaran perlu persipan dari guru dalam mengupayakannya sehingga hasil belajar dapat tercapai secara optimal. Hal penting yang perlu dipersiapakan oleh guru yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran. Keberasilan belajar siswa dapat diketahui dengan mengunkan tes, dan melalui alat tersebut dapat dilakukan untuk semua mata pelajaran di sekolah dasar. Alat ukur (tes) yang digunakan  harus memperhatikan tingkat kelas yang ada di sekolah dasar terkatagori atas kelas tinggi (kelas IV-VI) dan kelas rendah (I-III). Oleh karena itu, alat (tes) yang digunakan untuk melakukan evaluasi belajar harus sesui dengan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar. Hal tersebut diktakan oleh Jean Piaget (dalam trianto,2009) bahwa tingkat perkembangan pada usia sekolah dasar ( 7-11 tahun) terdapat pada tahap operasional konkret, dimana pada tingkat ini para siswa lebih banyak belajar melalui contoh-contoh nyata. Hal tersebut perlu dipertimbangkan bagi pembuat soal ( guru ) untuk merancang alat evaluasi ( tes0 dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa. Baca lebih lanjut…